Masjidil Aqsha sang Penakluk Zaman

Masjid Al-Aqsha merupakan kiblat umat islam yang utama setelah Masjidil Haram yang ada di Mekkah. Sejarah umat islam dari zaman Nabi Ibrahim A.s  sampai sekarang telah memupuk di tanah Yerusalem. Perjuangan dan kerja keras dari umat islam untuk mempertahankan masjidil Aqsha masih terus berjalan dan tanpa ada hentinya, jelas kita sadari bahwasannya, banyak terjadi peristiwa yang melibatkan masjidil Aqsha bahkan sampai pertumpahan darah sekalipun.

Seakan Masjidil Aqsha menjadi saksi bisu atas peristiwa-peristiwa di tanah Yerusalem, sampai terjadinya peristiwa yang agung dari baginda Nabi penutup para ambiyya, diberikan mukjizat yang kekal sampai hari kiamat dengan Namanya yang selalu setiap waktu disebutkan dan diagungkan yaitu Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Masjidl Aqsha memang menjadi saksi bisu atas peristiwa yang sangat bersejarah bahkan sampai-sampai peristiwa itu merupakan sifat yang ghaib, di luar dari nalar manusia. Seandainya saja jika masjidil aqsha bisa berbicara maka mereka yang membantah berita yang benar dari Baginda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menjadi orang yang mengakui secara sepihak keimanan kepada Allah dan Rasulnya.

Terlepas dari itu semua masjid aqsha kini telah menjadi millik tiga agama yang menyatakan secara sepihak. Agama itu yang berlandaskan pada sejarah yang telah tertulis di tanah Yerussalem yaitu Agama Islam, Nasrani dan Yahudi. Ketiga agama itu saling perang satu sama lain untuk memperebutkan Masjidil Aqsha dan tanah Yerussalem yang ada di Negeri Palestina.

Bagi umat Kristen, mereka secara keseluruhan beranggapan kalau masjidil Aqsha tempat Yesus disalib dan dibangkitkan. Lain lagi halnya terhadap umat Yahudi, mereka beranggapan kalau tempat itu menjadi tempat paling suci karena di situ kerajaan Israel dan kuil-kuil Yahudi dibangun. Oleh karena itu Masjid Al Aqsha bisa disebutkan sebagai penakluk zaman.

Sejarah Singkat Yerusalem

Perlu kita ketahui sejarah Yerusalem jauh dari masa peradaban umat islam, bahkan dapat dikatakan sebagai zaman pra sejarah atau yang biasa disebut dengan tahun sebelum masehi (SM). 4000-3000 SM, pada zaman tembaga, sebelum bernama kota Yerusalem kota ini dinamakan dengan Ofel dengan penemuan arkeologi berupa keramik. Lalu pada tahun 3000-2800 SM, sudah mulai ditemukan bentuk bukit keberadaan pemukiman teteap, artinya tempat itu menjadi satu-satunya yang bisa dijadikan sebagai tempat tinggal. Selanjutnya pada tahun 2800 SM, diyakini para ahli bahwa kota ini didirikan oleh masyarakat semitik Barat dengan pemukiman yang terorganisir. Hingga sampai pada tahun 1000-970 SM, kota Yerusalem direbut dan dikuasai oleh Raja Daud dari tangan orang Yebus dan dijadikan ibu kota Israel. Lalu berakhirlah masa kerajaan nabi Daud As, selama 30 tahun menguasai kota Yerusalem dan digantikan dengan anaknya yang bernama Nabi Sulaiman As, yang membangut bait suci di Gunung Moria. Bait salomo (kemudian dikenal dengan bait pertama). memainkan peran penting dalam sejarah bangsa Yahudi sebagai tempat singgahnya Tabut Perjanjian (Ten Commandments atau 10 Firman Tuhan yang diterima oleh Nabi Musa).

Secara perlahan sejarah di bumi palestina berangsur-angsur berkembang, pergantian penguasa Yerusalem kini silih berganti. Pembangunan istana dan kota Yerusalem di bangun atas pemerintahan Romawi kuno. Perang salib silih berganti, untuk memperebutkan kota Yerusalem. Pembataian bahkan pertumpahan darah terjadi dimana-mana, pembantain besar-besaran oleh umat Yahudi terhadap umat Kristen menjadi polemic besar bagi zaman terdahulu. Hingga sampailah pada tahun 621 di mana Masjidil Aqsha itu berdiri.

Masjid Al-Aqsha ini terletak di Kota Yerusalem Timur atau dikenal dengan nama wilayah Al-Haram Asy-Syarif bagi umat Islam atau Har Ha-Bayit (Bukit Bait Allah atau Temple Mount/Kuil Bukit) bagi umat Yahudi dan Nasrani. [2] Mesjid ini berukuran 1/6 dari seluruh area Al-Haram Asy-Asyarif di dalam tembok Kota Lama Yerusalem. Ketika Rasul melakukan Isra pengertian Al-Aqsa adalah keseluruhan wilayah Al-Haram Asy-Syarif ini, sedangkan bangunan Mesjid Al-Aqsha seperti sekarang ini secara permanen dibangun oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Kekhalifahan Umayyah (Dinasti Bani Umayyah) pada tahun 66 H dan selesai tahun 73 H.

Bait yang pertama kali dibangun oleh Raja Sulaiman ini menjadi tempat singgahnya 10 Firman Tuhan, di sini juga Nabi Isa As. menerima wahyu kenabian, dan setelah itu dijadikan persinggahan Nabi Muhammad Saw sebelum Mi’raj ke langit. Masjid Al-Aqsha kemudian merupakan tempat suci ketiga setelah Mekah dan Madinah, dan pernah dijadikan arah kiblat shalat umat Islam selama 13 tahun penyebaran Islam di Mekah dan 17 bulan setelah hijrah di Madinah.

Pada masa khalifah Umar Bin Khattab Ra. Beliau membuat kesepakatan kepada Patriakh Kristen Monofisit Sophronius untuk meyakinkan kalau umat Kristen bebas melaksanakan ibadah di tempat-tempat suci mereka dan dilindungi di bawah kekuasaan orang muslim. Khalifah Abdul Malik dari Umayyah mempersiapkan pembangunan Kubah Shakhrah (Dome oh the Rock) pada akhir abad ke-7.  Sejarawan abad ke-10 al-Muqaddasi menulis bahwa Abdul Malik membangun altar untuk menyelesaikan kemegahan gereja-gereja monunental Yerusalem.  Selama lebih dari empat ratus tahun berikutnya, ketenaran Yerusalem berkurang saat wilayah itu direbut dan menjadi wilayah kekuasaan Arab.

Kubah Al-Shakhrah inilah yang kemudian diperkenalkan oleh Israel kepada dunia internasional sebagai Masjid Al-Aqsa untuk menipu umat Islam dunia, dan menjauhkannya dari pengetahuan dan pengawasan kaum Muslimin. Kubah ini letaknya di dalam wilayah yang sama dengan Masjid Al-Aqsa atau di area Al-Haram Asy-Syarif.

Perebutan dan peperangan kembali terjadi di tanah Yerusalem. Tepatnya pada tahun 1187 kota Yerusalem berhasil dikuasai oleh tentara salib yang bernama Salahudin Al Ayyubi di dalam kebijakan kekuasaanya Salahudin Al Ayyubi mengizinkan Yahudi dan Islam menduduki tanah Yerusalem. Periode investasi besar dimulai dengan membangun Rumah-rumah penduduk,pasar dan fasilitas masyarakat lainnya. Namun selama abad ke-13 Yerusalem turun status menjadi desa karena jatuhnya nilai strategis kota perjuangan Ayyubiah yang gagal.

Kesimpulan

Perebutan tanah Yerusalem terus berlanjut dari perang ke perang, dari tahun ke tahun dan dari kebijakan kekuasaan ke pergantian kekuasaan, itu semua selalu menimbulkan konflik yang berkepanjangan anatara tiga umat beragama yaitu Islam, Yahudi, dan Kristen. Mereka saling memperebutkan tanah Yerusalem dengan mengambil tempat bersejarah yang terkandung di dalamnya yaitu Masjidil Aqsha.

Inti dari sebuah konflik pada masa dahulu sampai sekarang adalah bahwa umat Yahudi tidak akan pernah menyerah dan tidak akan pernah senang jika umat Muslim yang menguasai dan menduduki wilayah Yerusalem beserta Masjidil Aqsha. Oleh karena itu dari waktu ke waktu umat muslim Palestina selalu berperang dan mempertahankan tanah kelahiran para nabi dari rampasan umat Yahudi.

Hingga akhirnya yang kita tunggu-tunggu adalah kedatangan hari kiamat di mana mereka saling berdamai satu sama lain, dan perjanjian damai itu yang akan menimbulkan akhir dari dunia atau yang disebut Kiamat Qubro.

Sumber https://kissanak.wordpress.com/2011/05/13/sejarah-mesjid-al-aqsa-di-yerusalem-pendirian-hingga-bahaya-kehancurannya/

Ingin berwisata ke Bumi para Nabi ?

Dengan fasilitas yang dapat memanjakan para wisatawan dari Travel kami !

Berbagai Ilmu pengetahuan dan Sejarah yang dapat membuka wawasan anda secara luas. Anda akan mendapatkan itu semua !

Jika anda mengajukan diri untuk lebih mengenal sejarah Islam di Bumi Para Nabi.

Ayo cepat bergerak dan mencantumkan Nama anda maupun Keluarga-keluarga anda yang anda cintai agar tidak lupa dengan sejarah para Nabi.

JELAJAH BUMI PARA NABI

  • MESIR-PALESTINE-JORDAN

DENGAN MENGUNJUNGI TEMPAT BERSEJARAH

  • Masjidil Aqsha
  • Gunung Tursina (Tempat Nabi Musa Menerima 10 Perintah Allah Swt)
  • 2 Keajaiban Dunia : 1. Pyramida, 2. Petra

Dengan Harga :

  • 2.050 USD

Tanggal Keberangkatan :

  • 30 Oktober 2018
  • 19 November 2018

Bonus

  1. Ke Danau Tiberias
  2. Ke kota TEL AVIV
  3. Harga Sudah Termasuk Visa
  4. Harga sudah termasuk Tip semua Negara
  5. Harga Sudah Termasuk Asuransi
  6. Dapat syal
  7. Dapat tas serbaguna
  8. Handling

Web : www.plesiralam.com

Contact : 0815-6317- 1707 (Nunung Indrianto)

Email : info@plesiralam.complesiralamtravel@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *