NAFAS DOA DI TEMPAT MUSTAJAB DI KOTA KELAHIRAN NABI

Doa mustajab di makkah madinah

Salah satu keutamaan ibadah haji atau umroh ke tanah suci adalah kesempatan mendapatkan doa yang mustajab. Artikel berikut ini, kami ulas sedikit tentang tempat-tempat yang mustajab untuk kita berdoa di sana.

Berdoa merupakan harapan dari umat manusia kepada Allah swt. Bahkan di surah Al-Fatihah ayat 5 di jelaskan jika seorang muslim ingin doanya dikabulkan oleh Allah swt maka harus menyembah terlebih dahulu, melakukan ibadah terlebih dahulu, baru kita bisa berdoa meminta pertolongan. Rasanya kita sebagai umat muslim merasa malu jika kita hanya berdoa  tanpa melakukan suatu aktivitas ibadah kepadanya.

Adapun doa sebagai suatu kebutuhan khusus umat muslim, bahkan tidak hanya umat muslim tetapi semua orang juga butuh harapan, kasih sayang, dan pertolongan dari Allah swt walaupun berbeda kepercayaan dan agama. Lantas kita sebagai umat muslim harus mengetahui tata cara berdoa agar, permintaan kita diijabah oleh Allah swt. Namun ada 2 (dua) cara agar doa kita diijabah oleh Allah swt yaitu perhatikan waktu dan juga tempat.

WAKTU BERDOA

Contohnya waktu di hari jum’at, pada saat duduk imam diantara dua khutbah, bisa jadi pula ba’da Ashar sampai tenggelamnya matahari.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang hari Jum’at, lantas beliau bersabda,

“Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.” Dan beliau berisyarat dengan tangannya akan sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari, no. 935; Muslim, no. 852)

Contoh waktu yang mustajab yang lainya adalah berdoa di saat waktu Sahur, sesaat menjelang waktu Subuh.

TEMPAT BERDO’A

Selain waktu, tempat juga menjadi pokok  dalam berdoa kepada Allah swt. Jika tempat tidak bisa dijangkau maka berdoalah atas waktu yang diperintahkan di dalam hadist shahih tadi. Dan terlebih lagi jika kita ingin memiliki nilai plus di dalam doa yang kita panjatkan maka berdoalah di tempat yang diserukan dalam waktu yang ditentukan. Contoh : kita berdoa di tempat Multazam di saat ibadah umroh dalam waktu ba’da Ashar di hari Jum’at, maka dengan cepat di Kabul oleh Allah swt.

Berikut tempat-tempat mustajab yang dianjurkan untuk berdoa oleh hadist Nabi saw.

  1. Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah)

Doa mustajab di Multazam
Multazam merupakan bagian dari ka’bah yang sangat mulia antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Makna Iltizamuhu (merapatkannya) yaitu orang yang berdoa menaruh dada, wajah, lengan dan kedua tangannya diatasnya dan berdoa kepada Allah apa yang mudah baginya dan apa yang dia inginkan. Diriwiyatkan dari Ibnu Abbas : “Antara rukun Aswad-sudut tempat Hajar Aswad dan pintu Ka’bah di sebut Multazam, melainkan Allah mengabulkan permintaanya.

  1. Rukun Yamani dan Hajar Aswad

doa mustajab di Rukun yamani dan hajr aswadDi dalam bahasa Arab rukun bermakna “sudut” atau “pojok”, juga bisa diartikan sebagai tiang. Dan kata pendamping seperti Yamani, Iraqi, Aswad, Syami masing masing merupakan sebutan sudut-sudut Ka’bah. Rukun Yamani dan rukun Aswad kedua disebut dengan dua rukun Yamani, karna kedua rukun ini menghadap ke negeri Yaman.

rukum yamani doa mustajabDi dalam surah Al Baqarah ayat 127 di jelaskan bahwa “Dan (ingatlah), ketika ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.” Maka dari itu mencium Hajar Aswad mendapatkan pahala dan berdoa di hadapannya sangat di ijabah oleh Allah swt.

  1. Doa mustajab di Hajar AswadMaqam Ibrahim (dekat baitullah)

Maqam Ibrahim bukanlah kuburan melainkan tanda jejak kaki Nabi Ibrahim As pada saat membangun Ka’bah. Jadi maqam Ibrahim artinya tempat Nabi Ibrahim berdiri ketika membangun Ka’bah bersama anaknya yaitu Nabi Ismail As.

Doa mustajab di maqom IbrahimIbnu Abbas menyebutkan : “Tidak ada sesuatu di dunia ini yang berasal dari Surga kecuali Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim.” Dan di dalam QS. Al Baqarah ayat 125 dijelaskan “Dan jadikanlah Maqam Ibrahim itu sebagai tempat shalat.”

  1. Hijr Ismail

Hijr Ismail adalah bagian dari Ka’bah kira-kira 3 meter. Oleh sebab itu tidak sah thawaf seseorang jika hanya mengelilingi Ka’bah tanpa mengelilingi Hijir Ismail. Bentuk bangunan Hijir Ismail sangat kecil dan terletak di luar Ka’bah oleh sebab itu jamaah haji/umroh berebutan masuk, shalat dan berdoa meminta apa saja sesuai dengan hajat masing-masing. Konon doa yang paling mustajab di Hijr Ismail adalah terletak di bawah talang air.

Rasulullah saw bersabda : “Dari Aisyah ra berkata: Aku ingin sekali masuk kedalam ka’bah untuk shalat di dalamnya.” Maka Rasulullah SAW menarik tanganku masuk ke Hijir Ismail seraya berkata “Apabila engkau mau masuk ke dalam ka’bah, maka sesungguhnya hijir ini sebagian dari Ka’bah. Karena kaummu ketika membina Ka’bah kembali menguranginya hingga Hijir itu berada di luar Ka’bah.” (hadist riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan Tirmizi).

  1. Mizhab atau talang emas

Talang emas Ka’bah dibangun oleh kesultanan Turki Utsmani yaitu sultan Abdul Madjid Khan di Istanbul (Konstantinopel). Kemudian disempurnakan oleh Raja Fadh bin Abdul Aziz dengan penambahan paku-paku di atasnya. Sekarang iniTalang Emas Ka’bah mempunyai panjang 1,96 meter, tinggi 23 cm dan memiliki lebar 6 cm bahan tembaga dilapisi emas oleh sebab itu disebut menjadi talang emas Ka’bah.

doa mustajab di bawah mizab talang emas kabahBahkan ulama Sayyid Alwi Al Maliki memberikan fatwa atas tindakan kaum muslimin yang ‘ngalap’ berkah dari air hujan yang turun di talang emas Ka’bah. Dengan sopan santun dan etika sebagai ulama besar Masjidil Haram yag disegani, Sayyid Alwi memberikan penjelasan bahwa “Benar (air yang turun dari talang emas itu membawa keberkahan). Bukan cuma satu, Bahkan air hujan yang turun tersebut memiliki dua berkah.” Mendengar jawaban yang lemah lembut tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di seorang ulama di Masjidil Haram pun bertanya : “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Sayyid ‘Alwi menjawab: “Karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya tentang air hujan: (QS. 50 : 9).

  1. Sumur Zam-zam

Sumur asli zam-zam di museum Imarat Al-Haramain Asy-Syarifain (okezone.com)

Rasulullah SAW meminum air dari sumur zam-zam dan beliau bersabda: “Air Zam-zam penuh berkah dan makanan yang mengenyanginyadan obat bagi penyakit. Jibril mencuci hatiku pada malam isra’ adalah dengan air sumur itu.”(HR Bukhari Muslim)

  1. Bukit Shafa dan Marwah

Kisah Siti Hajar yang mencari air untuk anaknya Nabi Ismail As, menjadi dasar  bagi proses sa’I dalam ibadah haji dan umroh. Diperkirakan jarak dari Shafa dan Marwah 415 meter. Sebagaian sumber menyatakan 405 meter dan 450 meter. Kedua bukit ini sekarang sudah termasuk bangunan dari Masjidil Haram. Namun hokum kesuciannya tetap berlaku terpisah. Itu artinya wanita yang sedang Haid boleh melakukan Sa’i. 

 

  1. Raudhah (Masjid Nabawi dan madinah)

Raudhah merupakan tempat yang ada di dalam masjid Nabawi, yaitu antara Makam Rasulullah saw dan mimbar, luasnya sekitar 144 m² yang sekarang bentuknya sudah berubah, terlihat lebih indah dan mewah. Terbukti sudah ada pilar-pilar putih, lantainya dihiasi permadani wol yang cantik dan unik. Raudhah juga disebut bagian dari taman surga berdasarkan pada hadist Nabi yang bunyinya :

“Diantara rumahku dan mimbarku adalah sebagian taman surga.” (Muttafaqun ‘Alaih). Itulah yang menjadi sebab kalau Raudhah adalah tempat mustajabnya doa-doa dari jamaah Haji maupun Umroh.

  1. Padang Arafah

Padang Arafah merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa. Tempat digunakan oleh jamaah Haji yang sedang wuquf dan juga merupakan salah satu rukun (Sah) haji, jika tidak dilakukan maka ibadah Haji menjadi tidak sah. Dari hadist Rasulullah saw beliau menjelaskan keutamaan tempat Arafah.

“Doa yang paling afdol adalah doa di hari Arafah.” Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda, “tidak ada hari yang paling banyak allah menentukan pembebasan hambanya dari neraka, kecuali hari arafah.”

  1. Mina (saat hari Tasyrik)

Sesungguhnya Mina itu seperti rahim, yang ketika terjadi kehamilan diluaskan oleh allah swt,” sabbda Rasulullah saw mengenai keistimewaan tempat yang terletak 7 kilometer dari Masjidil Haram ini. “keajaiban” Mina memang kemampuannya menampung seluruh jemaah Haji yang datang menjelang tanggal 10 zulhijah untuk melontar / melempar jumrah. Dua juta orang berkumpul namun Mina seakan selalu menjadi lebih luas layaknya rahim seorang ibu yang sedang mengandung.

Demikian di atas adalah ulasan 10 tempat mustajab untuk berdo’a di tanah suci, kota Makkah dan Madinah. Jamaah haji maupun umroh datang dari segala penjuru dunia hanya untuk melaksanakan rukun Islam yang ke-5, untuk itu jika kita mengharapkan segala tempat-tempat yang paling mustajab di kota Mekkah dan Madinah untuk berdoa. Meskipun begitu, disarahkan untuk kita lebih memilih hal keselamatan dan keamanan diri jamaah sendiri. Jika kondisinya tidak memungkinkan, maka lebih kita mengalah saja. Karena jutaan manusia akan memperebutkan tempat-tempat mustajab, sepeti halnya dilingkungan Ka’bah yang penuh sesak dan sempit bahkan jamaah haji dari Indonesia tidak sedikit ada yang meninggal bahkan terluka memperebutkan tempat-tempat mustajab.

Contoh tempat Multazam atau Hazar Aswad, karena tempatnya sesak, susah untuk benar-benar merapat ke tembok. Jadi caranya, kita tarik saja garis lurus yang sejajar dengan Multazam kemudian menengok ke arah Multazam. Asal shalat atau doanya masih di pelataran Ka’bah, itu masih dianggap sama oleh pendapat ulama. Begitu juga di Maqam Ibrahim bila tidak bisa tepat di belakangnya kita mundur saja ambil garis lurus dengan Maqam Ibrahim, asal masih di pelataran Masjidil Haram.

Tetapi dalam fakta memang terlihat berbeda jika kita benar-benar bisa merapat ke dinding ka’bah dan mencium HajarAswad. Perbedaanya terlihat dari sifat spiritual dan emosional yang di rasakan bagi setiap jamaah. Tetapi jangan sampai memaksakan diri hingga menghilangkan logika. Jika sudah tidak kuat dan tenaga juga sudah terkuras maka jalan satu satunya mengalah dan mundur dari keramaian. Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk terpanggil beribadah di tanah suci dan berdo’a di tempat-tempat mustajab di kota Makkah dan Madinah di atas. Aamiiin ya robbal ‘alamiin.

Comments are closed.