Napak Tilas Kejayaan Islam Di Bumi Andalusia (Spanyol)

Ajaran agama islam yang dibawa oleh Rasulullah saw serta para khilafah telah berakhir. Pada masa itu adalah masa yang sangat klasik dan bersumber dari kota Mekkah maupun Madinah, mereka para ke-empat sahabat nabi yang sangat berjasa dalam menyebarkan islam sampai Negara-negara yang berlandaskan ideologi para nenek moyang. Hingga sampailah islam ke Negara yang menganut sisem liberalisme yaitu Negara Eropa. Ketika islam memasuki masa kemunduran, Eropa bangkit dari keterbelakangannya. Kebangkitan itu menjadikan bangsa Eropa sebagai pusat kebangkitan peradaban islam dimasanya. Banyak ilmuan-ilmuan muslim menemukan dan menciptakan hal-hal yang baru pada saat kebangkitan islam di Eropa, hal itu dapat dibuktikan dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang ada di Eropa.

Kemajuan Eropa tidak bisa dipisahkan dari pemerintahan islam di Spanyol. Oleh sebab itu Eropa menjadi penduduk yang mayoritasnya beragama muslim dikala itu. Pada periode klasik, ketika islam mencapai kemajuan yang sangat penting dan menyaingi di Baghdad timur. Ketika itu, orang-orang Eropa Kristen banyak belajar di perguruan tinggi yang ada di sana. Islam menjadi guru bagi orang Eropa. Karena itu, kehadiran islam di Spanyol banyak menarik perhatian para wisatawan.

 

Masuknya islam ke Spanyol

            Islam pertama kali masuk ke Spanyol pada tahun 711 M, melalui jalur Afrika Utara. Spanyol sebelum kedatangan islam dikenal dengan nama Iberia/Asbania, kemudian seiring berjalannya waktu nama itu diubah menjadi Andalusia, ketika negeri tersebut dikuasai oleh bangsa Vandal, dari perkataan Vandal orang Arab menyebutnya Andalusia.

Sebelum menaklukan spanyol, umat islam telah lebih dahulu menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu provinsi dari dinasti Bani Umayyah, Afrika Utara pada masa dinasi Bani Umayyah sistem kepemerintahan dipimpin oleh Khalifah Abdul Malik masa kekuasaannya dimulai dari tahun 685-750 M. Di zaman khalifah Al Walid, gubernur yang bernama Musa Bin Nudzhair memperluas wilayah kekuasaanya dengan menduduki wilayah Al Jazair dan Maroko. Selain itu juga, ia memperluas wilayah kekuasaanya dengan jalan perang, menaklukan daerah pegunungan bekas kekuasaan bangsa Barbar. Penaklukan wilayah Afrika Utara untuk menjadikan provinsi dinasti Bani Umayyah, berlangsung selama 53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah bin Abi Sufyan) sampai tahun 83 H (masa Al Walid). Sebelum dikalahkan dan kemudian dikuasai islam, dikawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kerajaan Romawi yaitu kerajaan Gotik.

Dalam proses penaklukan Spanyol ada tiga tokoh yang sangat berjasa dalam mengembangkan islam, mereka memimpin pasukan-pasukan islam untuk menaklukan berbagai macam wilayah yang ada di Negara Spanyol mereka adalah Tharif bin Malik, Thariq bin Ziyad, Musa bin Nushair. Yang pertama, Tharif bin Malik ia dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik yang dapat memimpin pasukan perang yang berjumlah lima ratus orang untuk menaklukan Maroko dan Benua Eropa. Di dalam pasukan tersebut, terdapat tentara berkuda yang menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Setelah beberapa lama ia memerangi Maroko dan Eropa, ia kembali ke Afrika Utara dengan membawa harta rampasan perang yang tidak sedikit jumlahnya. Keberhasilan dalam menaklukan wilayah Maroko dan Benua Eropa, tidak lepas dari kemelut yang terjadi dalam tubuh kerajaan Vhisghotic yang berkuasa di Spanyol pada saat itu. berikutnya Musa bin Nuzhair pada tahun 711 M, mengirim pasukan ke Spanyol sebanyak 7000 orang dibawah pimpinan Thariq bin Ziyad.

Thariq bin Ziyad lebih dikenal sebagai penaklukan Spanyol, karena pasukannya lebih berbuat banyak untuk kepentingan islam, dan sangat berjasa dalam menyebarkan agama islam di bumi Eropa. Pasukannya terdiri dari orang-orang Barbar yang didukung oleh Musa bin Nusair dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim oleh Khalifah Al Walid, pasukan itu kemudian menyebrangi selat dibawah pimpinan Thariq bin Ziyad. Di dalam sejarah tercatat, terdapat sebuah gunung yang bernama Jabal Thariq, yang dimana pasukan Thariq mendarat untuk pertama kalinya dan menyusun strategi perang. Dalam pertempuran di Bakkah, Thariq bersama pasukannya berhasil mengalahkan Raja Roderick. Dengan kekalahan Raja tersebut, Thariq bersama pasukannya otomatis menduduki wilayah Cordova,Granada dan Toledo (Ibu kota kerajaan Goth saat itu). wilayah tersebut telah berhasil dikuasai dan merupakan kota-kota penting di Andalusia, hingga kebudayaan islam sangat berkembang disana dan mencapai puncak kejayaan. Kunci keberhasilan kebudayaan islam yaitu kaum muslimin selama 8 abad telah menetap disana.

Kemenangan Thariq bin Ziyad bersama pasukan muslimin telah membuka jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Selanjutnya, keduanya berhasil menaklukan kota penting di Spanyol termasuk bagian utaranya mulai dari Saragosa sampai Navarre.

Gelombang perluasana kekuasaan umat muslim selanjutnya, dimulai dari masa ke pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz tahun 99H/117M, dengan sasarannya menguasai daerah pegunungan Pyrenia dan Pegunungan Prancis selatan. Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaum muslimin yang geraknya dimulai pada abad ke 8 M ini, telah menjangkau seluruh Spanyol dan melebar jauh ke Prancis tengah dan bagian-bagian penting dari Italia.

Kemenangan-kemenangan dari pasukan kaum muslimin Nampak begitu sangat mudah, hal itu karena ada beberapa factor eksternal dan internal yang mempengaruhi sistem penyebaran agama islam di Eropa.

Faktor eksternalnya antara lain pada masa penaklukan Spanyol, kondisi pemerintahan berjalan sangat buruk, ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan berada dakam keadaan menyedihkan. Untuk itu agama islam datang ke Spanyol untuk memberikan kemajuan dan perkembangan dari masalah-masalah kepemerintahan. Begitu juga adanya perebutan kekuasaan yang menimbulkan konflik antar umat beragama dan menghilangkan rasa toleransi kepada sesama. Kondisi terburuk, terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderick, Raja terakhir yang dikalahkan oleh umat islam. Awal kehancurat Ghot ketika Roderick memindahkan ibu kota negaranya dari Seville ke Toledo, sementara Witiza yang pada saat itu menjadi penguasa wilayah Toledo diberhentikan begitu saja.

Adapun faktor internalnya yaitu suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh penguasa, tokoh-tokoh perjuangan dan para prajurit Islam yang terlibat dalam penaklukan wilayah Spanyol pada khususnya.Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang kuat, tentaranya kompak, bersatu dan penuh percaya diri. Sikap toleransi agama dan persaudaraan yang terdapat dalam pribadi kaum muslimin itu menyebabkan penduduk Spanyol menyambut kehadiran Islam di sana.

Sumber : http://trikkuliah.blogspot.com/2016/05/perkembangan-islam-di-andalusia-dan.html

  • Sudah membaca sejarahnya tetapi penasaran dengan tempat dan destinasi wisatanya ?
  • Anda dapat merasakan sebuah peradaban islam yang kekal oleh peninggalan bersejarahnya
  • Seperti memasuki lorong waktu yang akan membuat decak kagum anda bersama dengan Familiy and
  • Semua itu bisa dapat anda temukan, bersama kami… Ayo segera daftarkan diri anda maupun keluarga anda untuk Halal Tour Muslim dari Travel PLESIR ALAM SEMESTA

 

 

 

  • Napak Tilas Kejayaan Islam di Bumi Andalusia (Spanyol)

Program Jelajah 2 Benua Africa dan Eropa (Maroco dan Spanyol)

Harga  2.799 USD + 3,5 Juta (Visa Tips Asuransi)

Keberangkatan :

  • 20 November 2018
  • 19 Februari 2019
  • 23 April 2019

Include :

  • Paket 13 Hari
  • Qatar Airways
  • Hotel setaraf *4

Halal Tour Musim :

  • Marakech
  • Casablanca
  • Fez
  • Rabat
  • Tanggier
  • Selat Girbaltar
  • Seville
  • Cordoba
  • Granada
  • Zaragoza
  • Madrid
  • Barcelona

 

Info selengkapnya silakan hubungi:

PLESIR ALAM TOURS & TRAVEL

081.563.1717.07 (Nunung Indrianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *